Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar), apakah masyarakat tau apa itu supersemar…?
Posted on 12 Maret, 2008 by melayubertuah
Pada hari selasa 11 Maret 2008 , adalah sebagai pengingat tak kala Surat Perintah Sebelas Maret yang dikeluarkan oleh Bung Karno yang di tujukan untuk Letkol Suharto, sekaligus sebagai awalnya orde baru . Surat itu sekarang masih menjadi suatu misteri yang tak akan ada habisnya. Dan hampir seluruh masyarakat kurang tau akan Supersemar. Yang mereka tau hanyalah Bung Karno di gantikan oleh pak Harto itu saja , selebihnya masyarakat kurang mengetahui apa sebenarnya Supersemar. Diantara pelajarpun banyak yang kurang mengetahui akan Supersemar. Dan apakah di jaman sekarang ini supersemar tidak lagi dipelajari sebagai sejarah ataupun sebagai suatu kurikulum di dalam pendidikan.
1. ahmad shadiq
yang pernah melihat naskah asli itukan cuma jendral Sudirman dan Ir. Soekarno artinya naskah yang ada pada Jendral Soeharto adalh palsu. Mungkin surat itu berisi sesuatu yang tidak seharusnya diketahui oleh oleh masyarakat Indonesia
NASKAH ASLI SUPERSEMAR DITEMUKAN ?
Oleh Dasman Djamaluddin
“Presiden Punya Informasi tentang Naskah Asli Supersemar,’ itulah salah satu lead berita yang saya baca.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono katanya memiliki informasi tentang keberadaan naskah asli Surat Perintah 11 Maret yang ditandatangani Presiden Soekarno pada 11 Maret 1966. Bahkan Presiden sudah meminta Arsip Nasional menindaklanjuti benar atau tidaknya informasi tersebut.
Sejauh ini generasi muda bangsa masih mendambakan ditemukannya surat asli tersebut.Sejak 11 Maret 1966, naskah asli Supersemar hilang. Di tengah-tengah masyarakat sudah beredar berbagai versi Supersemar. Sudah tentu yang beredar itu naskah palsu, karena yang asli belum ditemukan. Membingungkan, karena naskah aslinya tidak juga ditemukan. Untunglah pencarian naskah asli Supersemar tetap dilaksanakan. Buktinya Presiden RI sekarang punya informasi tentang itu.
Diakui bahwa sudah muncul rasa “bosan”, jika seseorang mendengar naskah asli Supersemar. Apa betul naskahnya bisa diperoleh ? Sebagai contoh, kebosanan itu telah merasuki pola berpikir para intelektual kita dalam Seminar Nasional dan Diskusi Interaktif “Implikasi Wafatnya Soeharto terhadap Kebenaran Sejarah Supersemar,” pada Selasa, 25 Maret 2008 di Fakultas Hukum Universitas YARSI, Jakarta.
Selain saya sebagai pembicara (Penulis Buku:”Jenderal TNI Anumerta Basoeki Rachmat dan Supersemar”/Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Sejarah Supersemar/LPSS), hadir pula Dr.Anhar Gonggong (Sejarawan), Atmadji Sumarkidjo (Penulis buku:”Jenderal M.Jusuf Panglima para Prajurit”) dan Abdul Kadir Besar (Sekretaris Umum MPRS 1966). Terlihat sangat jelas ada ‘kebosanan’ berbicara tentang naskah asli Supersemar. Bahkan Anhar Gonggong dan Atmadji Sumarkidjo mengatakan, naskah asli adalah bagian masa lalu, oleh karena itu naskah asli Supersemar tidak perlu dicari). Tetapi saya di dalam makalah :”Supersemar, Sumber Sejarah yang Hilang,” tetap bertahan bahwa naskah asli Supersemar harus ditemukan, demi generasi pewaris bangsa ini (makalah lengkap ada di http://dasmandj.blogspot.com).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar